
Source: unsplash.com
Taukah Anda tentang jejak karbon? Lalu apa saja dampak dari jejak karbon tersebut?
Jejak karbon adalah jumlah gas emisi atau karbon yang dihasilkan oleh berbagai aktivitas manusia dalam jangka waktu tertentu. Jejak karbon memberikan dampak negatif bagi kehidupan kita di bumi, seperti kekeringan dan berkurangnya akses air bersih, cuaca ekstrem dan bencana alam, perubahan produksi rantai makanan, dan berbagai kerusakan alam lainnya.
Jejak karbon ditimbulkan akibat aktivitas manusia, seperti penggunaan kendaraan, penggunaan listrik yang berlebihan dan konsumsi makanan. bagaimana mungkin? Simak penjelasannya berikut ini.
1. Penggunaan Kendaraan
Kendaraan yang menggunakan bahan bakar fosil seperti bensin, solar, atau gas alam menciptakan jejak karbon saat membakar bahan bakar ini. Bepergian dengan kendaraan sendiri berarti kita menghasilkan lebih banyak emisi CO2.
Apalagi saat kita terjebak macet, mesin kendaraan menjadi panas dan mengeluarkan asap knalpot ke udara. Mengendarai kendaraan Anda sendiri memang bagus, tetapi bagaimana jika itu menambah jejak karbon Anda?
2. Penggunaan Energi Listrik
Listrik yang digunakan sehari-hari, seperti televisi, lampu, lemari es, mesin cuci, AC, oven microwave, dan berbagai peralatan listrik lainnya, menghasilkan emisi gas dari pembakaran bahan fosil di pembangkit listrik.
3. Konsumsi Makanan
Makanan yang kita konsumsi juga merupakan sumber emisi gas, apalagi jika makanan tersebut berpotensi menjadi gunungan sampah. Mulai dari pengambilan bahan baku, proses produksi, proses distribusi, hingga barang sampai kepada konsumen.
Misalnya bagi yang suka makan daging sapi, jejak karbon yang dihasilkan sangat tinggi. Karena daging sapi merupakan salah satu sumber emisi gas terbesar di dunia. Belum lagi apakah dagingnya harus didatangkan dari luar negeri, seperti AS, Jepang, atau Australia.
Dampak Jejak Karbon
Ada beberapa dampak jejak karbon tersebut, diantaranya adalah sebagai berikut.
1. Cuaca Ekstrim dan Bencana Alam
Semakin tinggi jejak karbon kita, semakin banyak dampak negatif yang kita miliki di planet ini. Jejak karbon telah menyebabkan peningkatan suhu bumi yang dramatis, yang dapat menyebabkan badai tropis (siklon) dan berbagai bencana alam seperti banjir atau kekeringan.
2. Perubahan Produksi Rantai Makanan
Perubahan iklim yang disebabkan oleh jejak karbon juga dapat menyebabkan perubahan produksi rantai makanan. Beberapa tanaman sulit tumbuh secara normal, seperti di daerah yang biasanya menghasilkan padi (beras), namun karena perubahan iklim dan semakin panas, daerah tersebut menjadi tidak dapat menghasilkan padi dan menyebabkan gagal panen.
3. Rusaknya Ekosistem Laut
Jejak karbon juga berdampak pada ekosistem laut, karena semakin banyak emisi yang diserap laut, semakin tinggi tingkat keasaman dan kerusakan ekosistem laut dalam segala jenis. Sama seperti semua jenis hewan laut yang berjuang untuk bertahan hidup.
4. Es di Kutub Mencair
Peningkatan jejak karbon telah menyebabkan suhu yang lebih tinggi di Bumi dan juga lapisan es kutub yang lebih tipis. Hal ini menyebabkan rusaknya ekosistem di kutub dan naiknya permukaan air laut.
5. Penyebaran Penyakit
Jejak karbon juga mempengaruhi kesehatan tubuh kita, seperti penyebaran penyakit menular seperti malaria. Hal ini disebabkan semakin meluasnya pergeseran dari daerah tropis ke subtropis, serta penyebaran berbagai penyakit tropis lintas wilayah.
6. Berkurangnya Air Bersih
Berkurangnya air bersih di bumi dikarenakan jejak karbon yang lebih tinggi dan potensi peningkatan suhu bumi serta kenaikan permukaan laut. Jika air bersih berkurang, dampak akhir yang kita rasakan adalah kekeringan.
Source:
- https://www.uma.ac.id/
- https://zerowaste.id/zero-waste-lifestyle/apa-itu-jejak-karbon/