
Source: istockphoto.com
Vulnerability dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Salah satunya adalah kurangnya fokus pada desain dan pengembangan software. Kesalahan pemrograman, kurangnya validasi input, atau penggunaan komponen yang rentan dapat menyebabkan pelanggaran keamanan. Selain itu, kurangnya pembaruan keamanan juga bisa menjadi faktor penyebab vulnerability. Setiap kali lubang keamanan ditemukan pada software atau sistem operasi, pengembang merilis pembaruan untuk memperbaikinya. Namun, jika pengguna tidak memperbarui softwarenya, mereka masih rentan terhadap serangan pada celah yang telah diketahui. Kerugian potensial yang dapat dihasilkan dari vulnerability dapat berdampak signifikan pada individu, perusahaan, dan user secara umum, diantaranya adalah:
Continue reading →