Perbedaan Generasi Boomers, X, Y, Z, dan Alpha, Apa Saja Kepribadian Mereka?

Source: Binus University

Kita pasti pernah menggeneralisasi perilaku seseorang menurut usia. Misalnya, ketika orang tua melihat anak muda sangat kecanduan gadget, mereka pasti akan mengeluh, “Kamu anak Gen Z, hapeee terooss.” Atau ketika anak muda menceritakan beberapa lelucon yang tidak bisa dipahami orang tua, orangtua tersebut pasti diledekin “Baby boomer nggak ngerti, tuh!”

Baby Boomers, Generasi X, Generasi Y atau Milenial, Generasi Z, Generasi Alpha, ini tentu saja istilah-istilah yang sering kita jumpai dalam kehidupan kita sehari-hari. Tapi, apakah Anda mengerti apa artinya “gen”?

Istilah Baby Boomers, Generasi X, Generasi Y (Milenial), Generasi Z, dan Generasi Alfa digunakan untuk mengelompokkan individu berdasarkan generasi mereka dilahirkan. Nah, setiap generasi pasti memiliki karakter yang berbeda karena dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti lingkungan, masyarakat dan orang tua. Yuk, simak penjelasannya di bawah ini!

 

1. Generasi Baby Boomers (1946-1964)

Baby Boomers lahir antara tahun 1946 dan 1964, tepatnya setelah Perang Dunia II. Baby boomer adalah bagian penting dari populasi terpenting dunia, terutama di negara maju. Ini karena tingkat kelahiran melonjak di seluruh dunia setelah Perang Dunia II, yang menyebabkan ledakan bayi atau baby boom. Oleh karena itu, generasi mereka disebut “Boomer”.

Source: Brain Academy

Baby Boomers lahir dan dibesarkan oleh orang tua yang sangat ketat yang disiplin, berkemauan keras, dengan prinsip yang kuat dan menuntut kesetiaan dan dedikasi.

Mereka juga sangat mudah menerima dan beradaptasi menyesuaikan diri. Buktinya, meski baby boomer bertambah tua dengan teknologi, mereka masih bisa beradaptasi dan jarang menemui kesuitan dalam mengikuti perkembangan teknologi. Diantara mereka yang menggunakan lebih banyak media tradisional, sebanyak 90% Baby Boomers ternyata memiliki akun Facebook, yang mereka gunakan untuk berhubungan dengan keluarga dan teman lama.

Secara umum, baby boomer memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

  • Sulit menerima kritik tetapi suka mengkritik generasi muda karena kurangnya komitmen dan etos kerja.
  • Memiliki rasa persaingan yang tinggi.
  • Berorientasi pada prestasi.
  • Memiliki tingkat percaya diri yang tinggi.
  • Serba bisa

 

2. Generasi X (1965-1976)

Awalnya, Generasi X diberi nama “Gen Bust” karena tingkat kelahiran generasi ini jauh lebih rendah daripada Generasi Baby Boomers. Generasi X lahir pada masa awal komputer, TV kabel, video game, dan penggunaan Internet, antara tahun 1965 dan 1976. Jadi mereka pasti pernah mengalami masa ketika floppy disk atau disket masih digunakan sebagai media penyimpanan. Bagi Anda, apakah Anda tahu seperti apa floppy disk itu?

Karena dibesarkan oleh generasi baby boomers, Generasi X mendapat julukan “The Latchey Kids” atau anak-anak yang merasa kesepian karena ditinggalkan orang tuanya untuk bekerja. Namun, Generasi X bercirikan disiplin, kerja keras, akal, logika, kemandirian, mengutamakan work-life balance, dan mampu menyelesaikan masalah dengan baik. Karakter ini terpengaruh oleh situasi dunia saat ini dan sedang mengalami berbagai krisis ekonomi, sehingga mereka dituntut untuk mencari peluang secara mandiri dan cerdas.

Lantas, apa saja ciri-ciri Generasi X?

  • Generasi X memiliki keterampilan bisnis yang lebih baik daripada Generasi Baby Boom.
  • Menyukai sesuatu yang tidak formal.
  • Memerlukan Validasi emosional.
  • Mandiri dan banyak akal
  • Bisa menyeimbangkan pekerjaan dan kehidupan pribadi

 

3. Generasi Y (1977-1994)

Jika Anda lahir antara tahun 1977-1994, Anda termasuk dalam Generasi Y atau Milenial. Generasi ini lahir dan besar di era transformasi teknologi, dari analog ke digital, munculnya internet dan media sosial. Hal ini menjadikan generasi milenial sebagai generasi pertama yang dikenal sebagai digital natives. Bagaimana bisa? Generasi ini terbiasa menggunakan teknologi dalam setiap aspek kehidupannya, mulai dari berbelanja online, mengirim SMS, memesan transportasi online hingga mengakses portal pendidikan.

Milenial cenderung lebih vokal, memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi, dan berpikir out of the box. Generasi milenial juga dikenal lebih ekspresif dan berpikiran terbuka dibandingkan dengan generasi sebelumnya yang kaku dan tegas.

Berdasarkan uraian tersebut, terlihat bahwa generasi milenial memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

  • Milenial lebih terbuka terhadap perubahan dibanding generasi sebelumnya.
  • Ambisius dan sangat percaya diri. Itu sebabnya generasi ini lebih mungkin berhasil di usia muda.
  • Tidak bisa lepas dari gadget.
  • Kekurangan dari generasi ini adalah mereka rentan terhadap stres dan depresi. Beberapa dari mereka juga sulit bersosialisasi.

 

4. Generasi Z (1995-2010)

Ada beberapa perdebatan tentang kapan Generasi Z atau kapan Generasi Z dimulai. Pew Statistics mengatakan Generasi Z dimulai pada tahun 1997, Statistics Canada mengatakan tahun 1993, dan Resolution Foundation mengatakan tahun 2000. Namun, menurut BBC, pakar taksonomi generasi Alexis Abramson berkata, “Setiap kali dimulai, kami dapat dengan aman mengatakan bahwa kelompok ini masih muda dan tidak pernah mengenal kehidupan tanpa teknologi.”

Generasi Z adalah generasi yang tumbuh di dunia yang serba digital dan kompleks, dan sebagian besar dari mereka tumbuh dengan bermain-main dengan gadget orang tuanya. Rata-rata Gen Z memiliki ponsel pertama mereka saat berusia 10 tahun. Maka tidak mengherankan jika mereka bahkan bisa menghabiskan setidaknya 3 jam sehari di depan layar jika mereka melek teknologi dan sangat bergantung pada gadget.

Namun, hal tersebut tentunya membuat Gen Z bergantung pada teknologi, gadget, dan aktivitas di media sosial. Mereka memang mengutamakan popularitas, jumlah pengikut, dan jumlah likes. Ketergantungan ini pula yang membuat mereka menyukai hasil yang cepat, segera, selalu terburu-buru, dan keras kepala. Sementara Gen Z menyukai tantangan, mereka juga mendambakan pujian.

Meski begitu, Gen Z bisa mempelajari keuangan pribadi lebih cepat dari generasi sebelumnya. Mereka juga sangat terbuka dan mampu menerima segala perbedaan yang ada di masyarakat.

Apa saja ciri-ciri Generasi Z?

  • Gen Z lebih cenderung menyesuaikan diri dan bersosialisasi dengan lingkungannya daripada Gen Y
  • Literasi teknologi untuk akses mudah ke informasi yang dibutuhkan.
  • Karena mereka juga melek teknologi, Gen Z mempelajari hal-hal baru dengan lebih cepat.
  • Mencintai lingkungan yang memberi mereka ruang untuk tumbuh dan menjadi lebih kreatif. Akibatnya, start-up adalah tujuan karir sebagian besar Gen Z.

 

5. Generasi Alpha (2011-2025)

Generasi Alpha atau dikenal juga dengan sebutan “Kids of Millenials” merupakan generasi termuda saat ini. Mereka adalah orang-orang yang lahir pada tahun 2011-2025. Mengingat generasi ini masih dalam masa pertumbuhan, karakteristik keseluruhannya belum jelas. Namun menurut peneliti sosial Mark McCrindle, generasi ini akan menjadi kelompok yang sangat besar.

Seperti Gen Z, Gen Alpha juga lebih paham teknologi dan digital daripada pendahulunya. Namun, hal ini tentu menjadi perhatian para orang tua. Hal itu karena diperlukan strategi khusus untuk mendidik anak-anak yang lahir pada generasi ini menjadi tech-savvy dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kekeluargaan.

Inilah ciri-ciri yang umumnya dimiliki oleh generasi Alpha.

  • Memiliki potensi untuk membawa pembaharuan dalam kehidupan sosial dan mendorong kemajuan sosial
  • Memiliki pemikiran dan pendapat yang kuat
  • Tidak suka dibatasi oleh aturan
  • Bersedia berinovasi. Mereka tidak takut untuk mencari sesuatu yang baru dan pasti akan berpaling ke sana.

 

Itulah tadi pembahasan tentang Generasi Baby Boomers, X, Y, Z, dan Alpha. Ternyata setiap generasi memiliki kemampuan, kekurangan, dan cara mengekspresikan diri yang berbeda-beda.

 

Source: